Rider-Waite dan Marseille: Dua Tradisi Tarot yang Berbeda Akar
Tarot Rider-Waite dan Tarot Marseille adalah dua sistem tarot yang paling berpengaruh di dunia, tapi keduanya lahir dari tradisi, era, dan filosofi yang berbeda. Memahami perbedaan keduanya bukan cuma soal estetika kartu — ini menyentuh cara membaca, sistem simbolisme, dan bahkan tujuan penggunaan tarot itu sendiri.
Kalau kamu baru mulai belajar tarot dan bingung harus pakai deck yang mana, atau kamu penasaran kenapa dua deck ini sering dibandingkan, artikel ini akan mengurai perbedaan keduanya secara menyeluruh — dari sejarah, struktur kartu, gaya ilustrasi, sampai pendekatan pembacaan yang dipakai masing-masing tradisi.
Sejarah Singkat: Dari Mana Masing-Masing Berasal?
Tarot Marseille adalah sistem tarot yang lebih tua, dengan akar yang bisa dilacak ke Italia utara dan Prancis selatan sekitar abad ke-15 hingga ke-17. Nama 'Marseille' sendiri merujuk pada kota di Prancis yang menjadi pusat produksi kartu tarot bergaya ini pada abad ke-17 dan ke-18 — meski bukan berarti tarot ini diciptakan di sana. Deck seperti Tarot de Marseille karya Nicolas Conver (1760) menjadi salah satu referensi paling klasik dari tradisi ini.
Tarot Rider-Waite, di sisi lain, jauh lebih muda. Deck ini diterbitkan pada tahun 1909 oleh penerbit Rider Company di London, dirancang oleh Pamela Colman Smith atas arahan Arthur Edward Waite — keduanya anggota ordo okultisme Hermetic Order of the Golden Dawn. Rider-Waite membawa pendekatan baru yang sangat dipengaruhi oleh Kabbalah, astrologi Hermetik, dan simbolisme esoterik abad ke-19 dan ke-20. Inilah yang membuat kedua sistem ini punya 'DNA' yang cukup berbeda meski sama-sama disebut tarot.
Apa Perbedaan Struktur Kartu di Kedua Deck Ini?
Secara struktur dasar, keduanya sama-sama memiliki 78 kartu yang terbagi menjadi Major Arcana (22 kartu) dan Minor Arcana (56 kartu). Perbedaan mulai terasa ketika kamu melihat Minor Arcana lebih dekat. Di Tarot Marseille, kartu-kartu pip (kartu bernomor dari Ace sampai 10 di keempat setelan) hanya menampilkan gambar dekoratif berupa susunan simbol setelan — misalnya tujuh cangkir yang disusun secara geometris di kartu Seven of Cups — tanpa adanya figur manusia atau narasi visual.
Di Tarot Rider-Waite, inilah salah satu inovasi terbesarnya: setiap kartu pip di Minor Arcana digambarkan dengan adegan figuratif yang penuh narasi. Seven of Cups di Rider-Waite, misalnya, menampilkan seorang sosok yang berdiri menghadap tujuh cangkir berisi berbagai simbol seperti naga, kastil, dan ular — sebuah ilustrasi yang langsung memberi petunjuk visual tentang makna kartu. Perubahan ini dibuat oleh Pamela Colman Smith atas instruksi Waite, dan dampaknya sangat besar terhadap cara orang belajar dan membaca tarot hingga hari ini.
Untuk setelan Minor Arcana, keduanya juga menggunakan nama yang sedikit berbeda. Marseille memakai Bâtons (Tongkat/Wands), Coupes (Cangkir/Cups), Épées (Pedang/Swords), dan Deniers (Koin/Pentacles). Rider-Waite menggunakan Wands, Cups, Swords, dan Pentacles — yang sudah jadi standar di sebagian besar deck modern. Untuk kartu istana (court cards), Marseille punya Valet, Chevalier, Reine, dan Roi; sementara Rider-Waite menggunakan Page, Knight, Queen, dan King.
Gaya Ilustrasi: Simbolisme Abstrak vs Narasi Visual
Gaya visual adalah perbedaan yang paling langsung terasa ketika kamu memegang kedua deck ini. Tarot Marseille menggunakan gaya woodcut (ukiran kayu) yang khas, dengan warna-warna blok yang tegas — biasanya merah, biru, kuning, dan hijau — serta desain yang cenderung datar dan simetris. Figur-figur manusia di Major Arcana tampak agak kaku dan ikonik, lebih mirip simbol daripada karakter yang sedang bercerita. Estetika ini memang lahir dari tradisi percetakan abad pertengahan dan Renaissance.
Rider-Waite, yang diilustrasikan oleh Pamela Colman Smith (sering disingkat PCS), membawa gaya yang jauh lebih naratif dan ekspresif. Smith menggambar setiap kartu seperti sebuah momen yang sedang terjadi — ada ekspresi wajah, gestur tubuh, latar belakang yang kaya detail, dan simbolisme berlapis yang bisa dibaca dari berbagai sudut. Pengaruh Art Nouveau terasa di sana-sini. Inilah yang membuat Rider-Waite lebih intuitif bagi pembaca modern: gambarnya 'bercerita' bahkan sebelum kamu hafal makna kartu.
Dari segi simbolisme tersembunyi, Rider-Waite jauh lebih padat dengan referensi esoterik spesifik — simbol Kabbalah, astrologi, alemi, dan numerologi Hermetik disematkan secara sadar di setiap kartu oleh Waite dan Smith. Marseille juga kaya simbolisme, tapi lebih bersifat universal dan kurang terikat pada sistem okultisme tertentu, sehingga interpretasinya bisa lebih terbuka dan tidak terlalu dogmatis.
Bagaimana Cara Membaca Kedua Sistem Ini Berbeda?
Pendekatan pembacaan antara Marseille dan Rider-Waite cenderung berbeda secara metodologis. Pembaca Marseille tradisional lebih mengandalkan hafalan makna, numerologi, dan hubungan antar setelan — karena pip cards-nya tidak bergambar figuratif, kamu perlu tahu bahwa angka lima dalam tradisi tarot biasanya membawa nuansa konflik atau tantangan, lalu mengombinasikannya dengan elemen setelan (misalnya Swords = udara/pikiran) untuk sampai pada interpretasi. Ini melatih pemahaman sistem yang lebih struktural.
Rider-Waite memungkinkan pendekatan yang lebih intuitif dan berbasis gambar. Banyak pembaca modern — terutama pemula — bisa langsung 'merasakan' sebuah kartu hanya dari ilustrasinya, bahkan sebelum mempelajari makna formalnya. Ini bukan berarti Rider-Waite lebih dangkal; justru simbolisme berlapis di setiap kartunya bisa dieksplorasi sangat dalam. Tapi pintu masuknya memang lebih ramah bagi yang baru mulai.
Ada juga perbedaan dalam cara pembaca memperlakukan posisi terbalik (reversed cards). Di tradisi Marseille, banyak pembaca klasik tidak menggunakan reversed cards sama sekali — mereka lebih fokus pada posisi kartu dalam spread dan hubungan antar kartu. Di komunitas Rider-Waite modern, reversed cards sudah jadi hal yang umum dan sering diberi makna tersendiri (biasanya sebagai energi yang terhambat atau aspek internal dari makna kartu).
Mana yang Lebih Baik untuk Pemula?
Untuk pemula, Rider-Waite (atau deck yang berbasis Rider-Waite) umumnya lebih mudah dijadikan titik awal karena ilustrasinya yang naratif memberikan petunjuk visual langsung. Sebagian besar buku tarot modern, kursus online, dan sumber belajar tarot menggunakan Rider-Waite sebagai referensi standar — jadi materinya jauh lebih banyak tersedia, termasuk dalam bahasa Indonesia.
Marseille, meskipun lebih menantang di awal karena pip cards-nya yang abstrak, justru bisa menjadi pilihan menarik bagi mereka yang ingin memahami tarot dari akarnya atau yang tertarik pada pendekatan yang lebih meditasi dan kontemplatif. Beberapa pembaca berpengalaman bahkan beralih ke Marseille setelah bertahun-tahun dengan Rider-Waite, karena merasa sistem Marseille mendorong mereka untuk mengembangkan intuisi yang lebih mandiri — tidak terlalu bergantung pada gambar.
Yang perlu diingat: tidak ada satu deck yang 'benar' atau 'lebih sakti' dari yang lain. Keduanya adalah alat refleksi dan introspeksi yang sah, dengan kekuatan masing-masing. Pilihan terbaik adalah yang paling beresonansi dengan cara berpikirmu dan tujuan kamu menggunakan tarot.
Apakah Ada Miskonsepsi Umum Soal Dua Sistem Ini?
Salah satu miskonsepsi yang cukup sering muncul adalah anggapan bahwa Marseille adalah 'tarot asli' dan Rider-Waite adalah 'versi modern yang lebih lemah secara tradisi'. Ini tidak sepenuhnya tepat. Marseille memang lebih tua, tapi Rider-Waite bukan sekadar penyederhanaan — ia adalah sistem tersendiri dengan lapisan makna yang sangat kaya dan berakar pada tradisi esoterik Barat yang berbeda. Keduanya punya kedalaman masing-masing.
Miskonsepsi lain adalah bahwa tarot Rider-Waite lebih mudah dan Marseille lebih 'serius' atau 'akurat'. Tingkat kesulitan dan kedalaman pembacaan lebih banyak ditentukan oleh pemahaman dan pengalaman pembacanya, bukan oleh deck yang digunakan. Seorang pembaca Marseille yang terlatih bisa menghasilkan pembacaan yang sangat nuansir, begitu pula pembaca Rider-Waite yang memahami simbolisme esoterik di balik setiap kartunya.
Ada juga yang mengira bahwa semua deck tarot modern adalah 'turunan Rider-Waite'. Ini tidak seluruhnya benar. Memang banyak deck kontemporer yang mengikuti struktur Rider-Waite (terutama pip cards bergambar figuratif), tapi ada juga deck modern yang secara sadar mengacu pada tradisi Marseille, seperti Tarot de Marseille Millennium atau beberapa deck kontemporer Eropa. Dunia tarot jauh lebih beragam dari sekadar dua sistem ini.
Memilih Sistem yang Tepat untuk Perjalanan Tarot Kamu
Pada akhirnya, perbedaan antara Rider-Waite dan Marseille bukan soal mana yang lebih unggul, tapi soal pendekatan mana yang lebih cocok dengan cara kamu belajar dan tujuan kamu menggunakan tarot. Rider-Waite cenderung lebih ramah untuk pemula dan lebih kaya sumber belajarnya. Marseille menawarkan koneksi ke akar tradisi yang lebih tua dan pendekatan yang lebih struktural-analitis.
Kalau kamu tertarik pada simbolisme esoterik Hermetik, Kabbalah, atau astrologi Western, Rider-Waite akan terasa seperti rumah yang sudah menyiapkan banyak peta. Kalau kamu lebih tertarik pada tradisi tarot Eropa yang lebih tua, suka pendekatan meditasi yang lebih terbuka, atau ingin mengembangkan intuisi tanpa terlalu bergantung pada gambar figuratif, Marseille bisa jadi perjalanan yang sangat memuaskan.
Yang paling penting adalah mulai — pilih satu sistem, pelajari dengan konsisten, dan beri dirimu waktu untuk benar-benar mengenali deck yang kamu pegang. Tarot, dalam tradisi manapun, adalah alat refleksi diri yang paling efektif ketika digunakan dengan ketulusan dan kesabaran.
Pertanyaan Umum
Apakah tarot Rider-Waite dan Marseille bisa dipakai untuk tujuan yang sama?
Ya, keduanya bisa digunakan untuk refleksi diri, pembacaan situasi, maupun eksplorasi spiritual. Perbedaannya lebih pada metode dan pendekatan pembacaan — Rider-Waite cenderung lebih visual-intuitif, sementara Marseille lebih struktural dan mengandalkan pemahaman sistem numerologi serta elemen.
Kenapa banyak deck tarot modern mirip Rider-Waite, bukan Marseille?
Rider-Waite yang diterbitkan tahun 1909 menjadi standar de facto di dunia tarot berbahasa Inggris dan kemudian menyebar global. Inovasi pip cards bergambar figuratif sangat memudahkan pemula, sehingga banyak penerbit deck modern mengikuti struktur ini. Tradisi Marseille tetap hidup terutama di Eropa, khususnya Prancis dan Italia.
Bisakah seorang pembaca tarot menguasai kedua sistem sekaligus?
Bisa, dan banyak pembaca berpengalaman memang mempelajari keduanya. Namun disarankan untuk menguasai satu sistem terlebih dahulu sebelum beralih atau menggabungkan keduanya, agar tidak terjadi kebingungan dalam interpretasi.
Apakah makna kartu di Rider-Waite dan Marseille sama persis?
Secara garis besar ada kesamaan di banyak kartu, terutama di Major Arcana. Tapi ada perbedaan nuansa yang cukup signifikan, terutama karena Rider-Waite memasukkan lapisan simbolisme Hermetik dan Kabbalah yang tidak selalu ada di Marseille. Beberapa kartu juga memiliki urutan yang berbeda — misalnya posisi Strength dan Justice di Major Arcana.
Apa perbedaan urutan kartu Major Arcana di Rider-Waite dan Marseille?
Salah satu perbedaan paling dikenal adalah posisi Strength (La Force) dan Justice (La Justice). Di Marseille, Justice berada di posisi VIII dan Strength di posisi XI. Waite menukar keduanya di sistemnya — Strength menjadi VIII dan Justice menjadi XI — dengan alasan yang berkaitan dengan korespondensi astrologi dalam sistem Golden Dawn.